BOYOLALI, MENARA62.COM — Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Boyolali Utara menjadi momentum bagi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono untuk menanamkan nilai keimanan kepada para siswa. Sebanyak 583 siswa mengikuti Shalat Istisqa di lapangan sekolah, Jumat (4/9/2026).
Shalat Istisqa digelar sebagai sarana pembelajaran keagamaan sekaligus mengajarkan kepada siswa pentingnya bersandar kepada Allah SWT ketika menghadapi persoalan, kesulitan, maupun musibah.
Selain 583 siswa kelas 1 hingga 6, kegiatan tersebut diikuti jajaran guru dan karyawan SD Muhammadiyah PK Banyudono. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., MM, mengatakan orang beriman perlu kembali kepada Allah SWT ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah kecamatan di wilayah Boyolali Utara.
“Kita sebagai orang beriman, jika ada masalah atau musibah, maka kita kembali dan bersandar kepada Allah. Termasuk ketika menghadapi kekeringan yang terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Boyolali Utara,” tutur Pujiono.
Menurut Pujiono, Shalat Istisqa tidak semata-mata menjadi ibadah untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan doa, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Doakan Korban Bencana Ekologis
Dalam kesempatan tersebut, Pujiono juga mengajak seluruh warga sekolah mendoakan masyarakat yang terdampak bencana ekologis, termasuk kebakaran hutan di Kalimantan.
Ia berharap hujan segera turun sebagai rahmat dan pertolongan Allah SWT sehingga kebakaran dapat dipadamkan dan kondisi lingkungan kembali membaik.
“Mari kita berdoa agar hujan yang Allah turunkan menjadi rahmat, keberkahan, dan membawa kebaikan bagi kehidupan manusia serta lingkungan,” imbuhnya.
Shalat Istisqa dipimpin Ustaz Zumaro, S.Pd.I, guru mata pelajaran Al Islam SD Muhammadiyah PK Banyudono, yang bertindak sebagai imam.
Sementara itu, khutbah disampaikan Ustaz Habibi, guru mata pelajaran Al Islam, dengan tema “Perkuat Iman di Saat Bencana Ekologis.”
Dalam khutbahnya, Habibi mengingatkan para siswa bahwa berbagai fenomena alam seharusnya menjadi bahan renungan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, bencana ekologis juga menjadi pengingat agar manusia menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan kerusakan di muka bumi.
Ia mengajak seluruh warga sekolah memperkuat iman, memperbanyak istighfar, memperbaiki amal, serta terus memohon pertolongan Allah SWT.
Siswa Belajar Ibadah dan Peduli Lingkungan
Koordinator kegiatan, Muhammad Zumaro, turut menjelaskan teknis dan tata cara pelaksanaan Shalat Istisqa kepada para peserta.
Penjelasan tersebut diberikan agar siswa tidak hanya mengikuti ibadah secara bersama-sama, tetapi juga memahami tata cara khusus Shalat Istisqa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Kegiatan berlangsung khidmat. Bagi para siswa, pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi pengalaman belajar langsung yang menghubungkan pembelajaran agama dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami nilai ketauhidan, kepedulian terhadap lingkungan, kesadaran menghadapi bencana, serta sikap tawakal kepada Allah SWT.
SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap nilai-nilai keimanan tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas. Nilai tersebut diharapkan tumbuh melalui praktik ibadah dan kepedulian terhadap persoalan sosial maupun lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, sekolah berupaya konsisten membentuk generasi yang saleh, cerdas, kreatif, dan mandiri, sekaligus memiliki kepedulian dan kesiapan menjadi calon pemimpin bangsa. (*)

