SOLO, MENARA62.COM – Kemampuan guru mengenali dan mengelola emosi menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang positif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan Smart Teacher Emotion, media pembelajaran sosial emosional berbasis web yang dirancang untuk calon guru dan guru.
Inovasi bertajuk “Smart Teacher Emotion: Bijak Mengelola Emosi, Menjadi Teladan” itu dikembangkan oleh Ryan Brilian Fatsena sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan UMS. Mata kuliah tersebut diampu Dr. Supriyono, S.Pd., M.Pd.
Ryan mengatakan, gagasan tersebut berangkat dari pemahaman bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga menjadi teladan bagi peserta didik dalam berkomunikasi, mengelola emosi, mengambil keputusan, hingga membangun hubungan positif di lingkungan sekolah.
“Guru berhadapan dengan berbagai situasi di kelas yang membutuhkan kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi. Oleh karena itu, saya mencoba menghadirkan media pembelajaran yang dapat membantu calon guru maupun guru untuk lebih sadar terhadap emosinya sebelum menentukan respons dalam pembelajaran,” ujar Ryan, Sabtu (3/10/2026).
Menghubungkan PSE dengan Situasi Kelas
Smart Teacher Emotion dikembangkan dalam format media pembelajaran berbasis web yang menghubungkan konsep Pembelajaran Sosial Emosional dengan berbagai situasi yang dekat dengan pengalaman guru dalam proses pembelajaran.
Media tersebut mengintegrasikan konsep CASEL 5 dan EMC² sebagai bagian dari landasan pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai pembelajaran sosial emosional, tetapi juga diajak mengaitkannya dengan situasi yang mungkin muncul dalam praktik mengajar.
Karya Smart Teacher Emotion dapat diakses melalui laman yang dikembangkan Ryan.
Ryan menjelaskan, salah satu tantangan dalam proses pengembangan adalah menerjemahkan konsep pembelajaran sosial emosional yang bersifat konseptual menjadi media digital yang sederhana, mudah dipahami, sekaligus tetap memiliki dasar pembelajaran yang kuat.
“Konsep PSE cukup luas dan tidak semuanya mudah diterjemahkan ke dalam media digital. Tantangannya adalah bagaimana membuat media yang tetap memiliki dasar pembelajaran, tetapi juga mudah dipahami dan relevan dengan situasi yang mungkin dihadapi guru di kelas,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, Ryan menyusun konsep, materi, struktur, hingga tampilan media secara terpadu. Format berbasis web dipilih agar Smart Teacher Emotion dapat berfungsi sebagai media pembelajaran sekaligus sarana refleksi yang relatif mudah diakses oleh calon guru maupun guru.
Dorong Kompetensi Sosial Emosional Guru
Pengembangan Smart Teacher Emotion menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung penguatan kompetensi sosial emosional dalam dunia pendidikan.
Media tersebut menempatkan kemampuan guru dalam mengenali kondisi emosional diri sebagai bagian penting sebelum merespons berbagai situasi pembelajaran. Dengan demikian, pemahaman tentang PSE tidak berhenti pada teori, tetapi dihubungkan dengan pengalaman yang dapat ditemui guru dalam aktivitas sehari-hari di kelas.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap karya intelektualnya, Smart Teacher Emotion juga telah memperoleh Hak Cipta. Perlindungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus menjaga orisinalitas karya digital yang dikembangkan di bidang pendidikan.
Ryan berharap Smart Teacher Emotion tidak berhenti sebagai produk tugas perkuliahan, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
“Harapannya, Smart Teacher Emotion tidak hanya menjadi karya untuk memenuhi tugas perkuliahan, tetapi juga dapat terus dikembangkan menjadi media yang bermanfaat bagi calon guru maupun guru. Saya ingin karya ini membantu mengingatkan bahwa sebelum mendidik peserta didik, guru juga perlu mampu mengenali dan mengelola dirinya sendiri,” tuturnya.
Melalui perpaduan pembelajaran sosial emosional dan teknologi informasi, Smart Teacher Emotion menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan media pembelajaran digital yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendukung refleksi dan penguatan kompetensi pendidik di era digital. (*)
