33.8 C
Jakarta

9 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Praktik Fotografi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi ruang belajar langsung bagi sembilan murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Sambil mengikuti rangkaian kegiatan HAN, mereka menjalani praktik liputan fotografi di Taman Lingkar Lokananta, Solo, Sabtu (8/8/2026).

 

Kesembilan murid tersebut merupakan peserta ekstrakurikuler fotografi. Mereka mendapat tugas mengabadikan berbagai aktivitas dalam peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

 

Kegiatan itu menjadi tindak lanjut sekolah atas surat pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Surakarta mengenai partisipasi peserta didik dalam peringatan HAN.

 

Penanggung jawab ekstrakurikuler fotografi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Widardiyanto Kurnia Fachruddin, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

 

“Pada pertemuan ekskul pekan sebelumnya, mereka sudah belajar teknik pemotretan. Kebetulan ada kegiatan Hari Anak Nasional sehingga sekaligus menjadi ajang untuk mempraktikkan teori yang sudah didapatkan,” ujar Widardiyanto.

 

Belajar Menangkap Momen

 

Dalam praktik lapangan tersebut, murid diberikan kebebasan menggunakan kamera maupun gawai yang mereka bawa dari rumah.

 

Mereka belajar menentukan objek, memilih sudut pengambilan gambar, menangkap momen, hingga menyesuaikan teknik fotografi dengan situasi di lokasi kegiatan.

 

Menurut Widardiyanto, praktik langsung memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran fotografi di dalam kelas.

 

Murid dituntut lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan mampu menemukan momen menarik untuk diolah menjadi karya visual.

 

“Anak-anak belajar bahwa fotografi bukan sekadar mengambil gambar. Mereka juga belajar mengamati, menentukan momen, dan menyampaikan sebuah cerita melalui foto,” katanya.

 

Pembelajaran semacam ini, lanjut dia, diharapkan dapat membantu murid memahami bahwa sebuah foto tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat menjadi medium untuk merekam dan menyampaikan sebuah peristiwa.

 

Karya Murid Akan Dipamerkan

 

Praktik fotografi dalam kegiatan HAN juga menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan minat dan bakat peserta didik melalui pembelajaran kontekstual.

 

Pengalaman memotret langsung di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kreativitas sekaligus kepercayaan diri murid dalam menghasilkan karya.

 

Widardiyanto berharap ekstrakurikuler fotografi dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan sekaligus memperoleh apresiasi atas karya yang mereka hasilkan.

 

“Harapannya, kegiatan ekskul ini bermanfaat untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap karya autentik mereka,” tuturnya.

 

Karya yang dihasilkan murid selanjutnya akan melalui proses kurasi oleh tim ekstrakurikuler fotografi. Sebagian karya terpilih akan dicetak dan dipajang di dinding sekolah.

 

Sementara karya lainnya berpeluang dimuat dalam majalah sekolah PK Media.

 

Melalui praktik liputan fotografi di Hari Anak Nasional, pembelajaran ekstrakurikuler tidak berhenti pada penguasaan teknik di ruang kelas. Murid mendapat kesempatan mengamati peristiwa secara langsung, mengasah keterampilan teknis, menghasilkan karya, sekaligus belajar menghargai proses kreatif.

 

Pengalaman tersebut juga memperkenalkan kepada murid bahwa karya fotografi dapat menjadi cara untuk merekam sebuah peristiwa sekaligus menceritakan pengalaman dari sudut pandang mereka sendiri. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!